News

Berita pilihan untuk Bikers yang membutuhkan Informasi didunia Otomotif

Dephub setuju pembatasan Sepeda Motor

Info : http://www.dephub.go.id

Tgl 13 November 2008

Jakarta – Departemen Perhubungan (Dephub) menyatakan persetujuannya jika sepeda motor dibatasi pertumbuhannya, karena kontribusinya terhadap angka kecelakaan di jalan cukup tinggi. “Kami setuju sepeda motor dibatasi dan cenderung dikendalikan,” kata Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Iskandar, di sela Pembukaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2008 di Jakarta, Rabu. Posko yang dibuka oleh Menhub Jusman Syafii Djamal sekaligus menandai secara resmi dimulainya masa angkutan Lebaran 2008.
Data pemerintah menyebutkan, dari 30 ribu korban kecelakaan meninggal setiap tahunnya di Indonesia, sebagian besar melibatkan sepeda motor.

Dengan fakta itu, lanjut Iskandar, sangat wajar bila sepeda motor layak dikendalikan agar tidak menimbulkan korban lain yang lebih besar. “Bagaimana pun juga sepeda motor ini, rawan kecelakaan,” katanya.

Namun, Iskandar tidak merinci, langkah apa yang akan ditempuh pemerintah untuk membatasi pertumbuhan sepeda motor di Indonesia.

Sementara itu, terkait dengan makin meningkatnya pengguna sepeda motor pada angkutan Lebaran tahun ini sebesar 2,5 juta sepeda motor, hal itu semata-mata dipicu oleh faktor biaya. “Itu yang utama, baru kecepatan, kenyamanan dan keselamatan dan keamanan (safety),” katanya.

Ia memberikan contoh, untuk jarak tempuh sekitar 300 km seperti Jakarta-Semarang, hanya memerlukan bahan bakar sekitar Rp60-80 ribu saja. “Bandingkan dengan menggunakan Kereta Api (KA) atau pesawat,” kata Iskandar.

Iskandar menegaskan, umumnya kesadaran masyarakat menggunakan moda transportasi seperti itu, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

Kahumas PT Jasa Rahardja, Nasir Hakam, sebelumnya menyatakan, sampai Juli dari total santunan yang direalisasikan kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan sebesar Rp400 miliar lebih, hampir 70 persen untuk korban kecelakaan sepeda motor.

Artinya, dari total jumlah santunan itu, hampir 70 persen diperuntukkan bagi korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor.

Nasir mengusulkan, pembatasan sepeda motor antara lain bisa dilakukan melalui pembatasan usia sepeda motor, pengetatan pemberian SIM C, dan pembuatan jalur khusus untuk sepeda motor.

Data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan, pada musim angkutan Lebaran tahun lalu, korban meninggal akibat kecelakaan sepeda motor sebanyak 320 orang. (*)

(ANTARA News)



Stock sepeda motor Yamaha Vi-Ixion disetiap dealer hanya ada 2 unit setiap bulan

Penulis : Bekasi Vega Club

Tgl 12 Oktober 2008

Yamaha Vi-Ixion

Info terbaru nich bagi kamu-kamu yang ingin membeli sepeda motor Yamaha Vi-Ixion untuk daerah jakarta dan sekitarnya, info yang didapat yaitu untuk setiap pembelian sepeda motor Yamaha Vi-Ixion setiap dealer hanya diberikan jatah 2 unit Yamaha Vi-Ixion setiap bulan yaitu setiap tanggal 10 1 unit dan 25 1 unit. jadi untuk kamu-kamu yang ingin membeli Yamaha Vi-Ixion jauh-jauh hari harus sudah memesan ke dealer terdekat jangan sampai keduluan hehehe…

Itu pun warna tidak sesuai permintaan pelanggan, tapi sesuai stock yang diberikan. dan berita mengejutkan bulan November Yamaha Vi-Ixion diperkirakan akan naik harganya, dikarenakan harga dolar tidak setabil belakangan ini.

Jambore YRKI – Yamaha RX – King Indonesia

Penulis : Bekasi Vega Club

Tgl 15 Augustus 2008

Yamaha RX – King Indonesia tgl 17 Augustus akan mengadakan Jambore dari jam 10.00 wib sampai dengan selesai, dan bagi kamu2 yang ingin meramaikan dengan cara menyewa stand bagi yang berminat buka stand untuk jualan makanan atau minuman dll. Biaya Rp 50.000,- perstand.

Untuk info pemesanan kamu bisa menghubungi Bro Jaim Telp 021 7180707 atau Email jaim243@yahoo.com.

Susahnya Memberantas Sepeda Motor Bodong di Sukabumi

Penulis : Evy

Sumber Kompas

Tgl 14 Augustus 2008

SEKELOMPOK pria tengah nongkrong di atas sepeda motor mereka di pangkalan ojek Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Rasa kantuk menggelayuti mereka saat menunggu calon penumpang. Jika diamati lebih jauh, ada yang khas dari sepeda motor yang digunakan para pengojek itu. Dua huruf terakhir di pelat nomor sepeda motor mereka tertulis CS. Ini berbeda dengan huruf terakhir sepeda motor pada umumnya di Sukabumi yang tertulis SC.

Ternyata, dua huruf terakhir pada nomor polisi sepeda motor para pengojek tersebut menunjukkan nama daerah asal mereka, yaitu Cisaat. Hal serupa juga dapat dijumpai di sejumlah pangkalan ojek lainnya di Sukabumi. Jadi jangan heran jika ada sepeda motor menggunakan pelat nomor yang dua huruf terakhirnya CS alias Cisaat, WD yang merupakan singkatan Warung Doyong, atau SB singkatan Sela Bintana.

Pencantuman singkatan daerah asal para pengojek itu, menurut Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sukabumi Komisaris Adrianus Tumiwang, bertujuan mengoordinasi para pengojek itu. Polresta Sukabumi sengaja menerbitkan pelat nomor itu untuk menandai daerah operasi para pengojek tersebut dan menertibkan mereka.

Menurut Abdul (29), pengojek asal Desa Cisaat, Sukabumi, semua sepeda motor bodong di Sukabumi telah diberi pelat nomor oleh kepolisian setempat. Pelat nomor tersebut diberi inisial pada dua huruf terakhir sesuai dengan nama daerah asal ojek tersebut. “Kami harus memperpanjang pelat nomor itu setiap tahun seharga Rp 50.000. Selain itu, kami harus mengurus kartu ojek dengan biaya Rp 50.000 untuk kartu baru dan Rp 15.000 untuk perpanjangan kartu ojek,” tuturnya.

Kebijakan Polres Sukabumi tersebut terpaksa dilakukan karena sebagian besar tukang ojek di Sukabumi menggunakan sepeda motor bodong alias tanpa surat kendaraan. Padahal, mengutip data Polresta Sukabumi, sekitar 25.000 pengojek beroperasi di seluruh penjuru Sukabumi, dari daerah kawasan pusat kota sampai daerah pelosok Sukabumi yang tidak terjamah angkutan umum.

PENGOJEK di Sukabumi memang telah jadi sasaran utama para pengedar sepeda motor bodong yang disinyalir merupakan hasil curian. Hal ini membuat Sukabumi menjadi daerah pemasaran utama sepeda motor bodong di Jawa Barat. Menurut Wakil Kepala Polresta Sukabumi Tumiwang, sepeda motor tanpa surat kendaraan itu dipasok dari sejumlah kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bogor, dan Bandung.

Sejumlah pengojek di Sukabumi menuturkan, hingga saat ini para penjual sepeda motor bodong tersebut kerap mendatangi pangkalan-pangkalan ojek di wilayah tersebut. Kepada para tukang ojek, sepeda motor tanpa surat kendaraan itu dijual berkisar Rp 2 juta hingga Rp 5 juta. Siapa yang tidak tergiur jika sepeda motor keluaran terbaru hanya dihargai Rp 5 juta.

Abdul, pengojek asal Desa Cisaat yang sehari-hari mangkal di pangkalan ojek Gelanggang Olahraga (GOR) Cisaat, Sukabumi, misalnya, mengaku baru membeli sepeda motor bodong keluaran tahun 2002 seharga Rp 4,5 juta.

“Kalau mau nyari sepeda motor bodong di daerah sini, gampang. Biasanya orang yang mau jual sepeda motor bodong itu akan mendatangi pangkalan ojek, informasinya segera menyebar ke tukang ojek di pangkalan lainnya,” ujarnya.

Menyewa sepeda motor bodong juga menjadi favorit para pengojek yang tidak punya kendaraan sendiri. Sebab, setoran kepada pemilik sepeda motor bodong lebih murah dibandingkan dengan setoran kepada pemilik sepeda motor yang dilengkapi surat kendaraan. Fredi (22), pengojek di daerah Cisaat, umpamanya, mengaku memilih menggunakan sepeda motor bodong karena setorannya hanya Rp 10.000 per hari, sedangkan setoran untuk sepeda motor yang dilengkapi surat kendaraan Rp 15.000 per hari.

Maraknya peredaran sepeda motor bodong di Sukabumi merupakan pekerjaan rumah bagi aparat keamanan. Polisi dihadapkan pada posisi dilematis. Di satu sisi aparat keamanan dituntut memberantas pencurian sepeda motor (curanmor). Di sisi lain, polisi seolah melegalkan praktik curanmor dengan memberi pelat nomor dan kartu ojek bagi para pengojek yang menggunakan sepeda motor bodong tersebut dengan alasan mempermudah pembinaan para pengojek.

Komisaris A Tumiwang menegaskan, pihaknya tidak akan pernah melegalkan penggunaan sepeda motor bodong karena hal itu jelas melanggar hukum. Namun, pihaknya tidak bisa langsung memberantas sepeda motor tanpa surat kendaraan tersebut karena selama ini telah dijadikan alat mencari nafkah puluhan ribu pengojek di Sukabumi. “Ini sudah menyangkut urusan perut. Jadi, kami tidak bisa langsung melarang para tukang ojek menggunakan sepeda motor tersebut,” ujarnya menandaskan.

Pihaknya juga mengaku pesimistis dapat memberantas peredaran sepeda motor bodong di Sukabumi pada tahun 2004 sebagaimana ditargetkan Kepala Polda Jabar Inspektur Jenderal Dadang Garnida. “Ini sulit terealisasi karena sebagian masyarakat masih belum menyadari bahwa tindakan mereka membeli sepeda motor bodong itu melanggar hukum. Di sisi lain kemampuan aparat kami juga terbatas untuk memantau peredaran sepeda motor hasil curian tersebut,” kata Tumiwang.

Untuk itu, Polresta Sukabumi memilih memberantas sepeda motor bodong secara bertahap. Salah satunya dengan memberikan kemudahan akses kredit sepeda motor bagi para pengojek melalui kerja sama dengan sejumlah distributor sepeda motor di Sukabumi.

“Kami akan membangun koperasi tukang ojek di setiap polsek yang bertujuan memfasilitasi pemberian kredit sepeda motor bagi para tukang ojek,” kata Tumiwang.

Selain itu, Polresta Sukabumi akan mengoptimalkan fungsi tukang ojek. Caranya, para tukang ojek itu dipercaya menjadi intel polisi di setiap wilayah operasi mereka. Harapannya, para pengojek itu akan memberikan informasi kepada polisi jika ada orang yang akan menjual sepeda motor bodong di daerah mereka. Tentunya, siasat polisi itu perlu dibuktikan sehingga citra Sukabumi sebagai pangsa utama sepeda motor bodong akan luntur.

Website Motor Plus Tidak Bisa Diakses

Penulis : Dio Prasetyo

Error saat mengakses Website Motor Plus

Berita ini kami dapatkan setelah Bekasi Vega Club ingin mengakses website Motor Plus http://www.motorplus-online.com, berita yang kami dapatkan Website tersebut terkena virus dan akan aktif kembali setelah 90 hari. Wah seperti kehilangan sebuah info yang sangat berharga dimana berita terkini tentang kegiatan bikers seindonesia ada diWebsite tersebut, juga website tersebut terdapat info tentang sepeda motor terbaru diindonesia yang akan segera diluncurkan oleh setiap pabrikan sepeda motor diindonesia. Semoga Website ini bisa diakses kembali dan memberikan informasi yang sangat bermutu untuk semua bikers diindonesia.

Atraksi Hari Bebas Kendaraan Bermotor

Penulis : KOMPAS

Jalan MH Thamrin, Jakarta, tanpa kemacetan lalu lintas. Suasana tersebut dimanfaatkan sekelompok remaja bermain atraksi BMX bertepatan dengan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Minggu (27/7). Pemerintah DKI Jakarta kembali memberlakukan HBKB di Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin, Jakarta, untuk mengkampanyekan bebas polusi udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor. KOMPAS images/Fikria Hidayat (FIA) 27-07-2008

Magic Tricycle, Konsep Mobil Yang Bisa Jadi Motor

Penulis : garoux (disitu.com)

Saya yakin banyak yang setuju dengan saya saat saya menyatakan Batpod adalah motor terkeren yang pernah dibuat (meski cuma difilm). Konsep berikut ini mungkin tidak bisa menyamai Batpod, namun dia cukup mendekati.

Magic Tricycle

The Magic Tricycle adalah sebuah konsep yang sebenarnya masuk akal, walau saya tidak begitu yakin dengan namanya (sepeda roda tiga ajaib? ). Saat perlu melaju kencang dijalan raya atau tol, Magic Tricycle bisa dikendarai seperti sebuah mobil beroda tiga. Namun saat perlu menembus kemacetan atau hanya ingin melaju pelan berkeliling kota, maka dia bisa dijadikan sebuah sepeda motor seperti terlihat digambar.

Magic Tricycle saat berdiri

Konsep transformasi Magic Tricycle dimungkinkan oleh sebuah axis longitudinal yang terhubung dari roda depan sampai ke roda belakang bagian kanan. Saat melakukan perubahan, roda belakang bagian kiri akan terangkat untuk memberikan stabilitas layaknya baling – baling belakang sebuah helicopter.

Magic Tricycle saat berdiri

Konsep Magic Tricycle ini di buat oleh designer asal Iran yang bernama Javad. Mungkin membutuhkan waktu lama sebelum kita bisa melihat konsep ini melaju dijalan raya, namun jika saat itu tiba, saya akan langsung memesan satu (mesan doank, kalau soal belinya sih gak mampu😛 ).

Rossi Bela Yamaha hingga 2010

Penulis : Lampung Post

MILAN (Rtr): Pimpinan klasemen MotoGP asal Italia, Valentino Rossi, memperpanjang kontraknya bersama tim Yamaha hingga hingga 2010, kata tim Yamaha, Sabtu (19-7).

Selain Valentino “The Doctor” Rossi, tim Yamaha juga memastikan akan memperpanjang kontrak pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo, pada 2009 mendatang.

Rossi, pembalap berusia 29 tahun yang telah tujuh kali meraih gelar juara dunia, bergabung dengan Yamaha tahun 2004 dan mempersembahkan dua gelar juara dunia. “Setelah beberapa tahun menghabiskan waktu di balapan dengan sejumlah kemenangan, saya memutuskan untuk memperpanjang kontrak hingga dua tahun,” kata Rossi, menjelang lomba MotoGP di sirkuit Laguna Seca, California, AS.

Saat ini, Rossi memimpin klasemen sementara MotoGP 2008. Ia unggul 16 poin dari pembalap Honda, Dani Pedrosa, yang berada di posisi kedua. Sedangkan juara bertahan Casey Stoner bercokol di posisi ketiga.

Sepeda Motor di Yogyakarta, Raja Jalanan Sejati

Penulis : TULUS SUDARTO
Mahasiswa Magister Teologi
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta

Selain sebagai kota budaya, kota pelajar, dan kota toleran, tampaknya Yogyakarta pantas diberi predikat sebagai kota sepeda motor. Selain jalanan semakin penuh sesak, perilaku bersepeda motor pun betul-betul menjadi raja jalanan.

Seorang kenalan dari Semarang dibuat begitu gusar. Bolak-balik ia menggeleng-gelengkan kepala. Mulutnya menggerundel. Ia tidak habis mengerti. Pasalnya baru sekali menginjak Yogyakarta, ia nyaris bertabrakan tidak kurang dari lima kali dengan sepeda motor.
Untunglah, mobilnya masih terbilang gesit untuk melakukan manuver. Toh tetap saja ia uring-uringan.

Sepanjang menapaki jalanan Kota Yogyakarta, konsentrasi penuh menjadi dalil. Bahkan untuk bicara santai pun nyaris meniadi sesuatu yang mewah. Juga pada kondisi jalan yang sepi. Bisa saja ada sepeda motor yang tiba-tiba nyelonong dari gang sempit atau keluar dari area parkir pinggir jalan. Tanpa merasa bersalah.

Maksud hati menikmati Yogyakarta, apa daya tidaklah seeksotik yang dijargonkan. Ia terus mengumpat mengapa tidak memakai bus kota saja. Saya dibuat semakin terbahak karenanya. Belum tahu dia! Di bus kota pun banyak copetnya. Maka, siapa suruh datang ke Yogyakarta dengan mobil? Begitu seloroh saya.
Selain sebagai kota budaya, kota pelajar, dan kota toleran, tampaknya Yogyakarta pantas diberi predikat sebagai kota sepeda motor. Selain jalanan semakin penuh sesak, perilaku bersepeda motor pun betul-betul menjadi raja jalanan.

Bukan terbatas mereka yang suka trek-trekan liar di malam hari (biasanya di lingkar barat), menu keseharian berlalu lintas memang ala kadarnya. Nyaris sembarangan. Sungguh pun jati diri ke-kota-an Yogyakarta sudah tersedia dalam representasi infrastruktur modern (mal, lounge, apartemen, klinik perawatan, dan semacamnya), toh belum ada perkembangan yang signifikan menyangkut etos publik dalam hal berkendara.

Di perempatan hampir selalu saja ada yang masih nyelonong pas lampu merah. Tidak perlu jantungan melihat itu. Andalah yang akan disalahkan kalau nekat berjalan dari arah berlawanan, meskipun lampu hijau sudah melimpahkan hak obyektif Anda untuk memakai jalan. Kok bisa? Punika Jogja, Mas!

Frekuensi kesemrawutan berlalu lintas terdapat juga dalam kebiasaan untuk menyeberang secara manuver, memintas jalan yang tidak boleh dilalui, atau onderdil kendaraan yang tidak lengkap (spion, lampu, bet). Kalaupun lampu bisa digunakan, orang lebih biasa ndhaplang (mengayunkan tangan) untuk menyeberang ke arah sesuai yang diinginkan. Kok bisa? Punika Jogja, Mas!

Juga sekian lama trotoar yang sedianya diperuntukkan bagi para pejalan kaki justru di-embat oleh para pengendara sepeda motor. Alasan klise, ingin menembus kemacetan. Dengan naik trotoar, antrean teratasi. Tak peduli para pejalan kaki kehilangan haknya.

Dan memang tidak perlu teriak-teriak soal hak dalam kondisi itu. Apalagi bicara soal hukum. Kalau Anda sampai tertabrak oleh sepeda motor yang naik trotoar di mana Anda berdiri/berjalan, Andalah yang bersalah. Itulah hukum yang berlaku dalam tata cara pemanfaatan fasilitas publik. Jadi rileks saja. Minggirlah dengan santun. Jangan sekali-sekali menantang. Meski Anda dalam posisi yang benar. Kok bisa? Punika Jogja, Mas!

Atau ketika sedang enak-enak berkendara, tiba-tiba sudah hadir pengendara sepeda motor sekian sentimeter persis di depan Anda. Pedal rem cepat-cepat harus diinjak. Tanpa itu, apa pun alasannya Andalah yang bersalah kalau sampai teriadi tabrakan. Anda mencocor dari belakang. Dan Anda hanya buang-buang tenaga kalau mendebat. Ketimbang disibukkan dengan urusan polisi, lebih praktis Anda memberi beberapa lembar uang salam damai. Kok bisa? Punika Jogja, Mas!

Maka, dengan segala hormat, untuk Yogyakarta tampang boleh kota tetapi soal perilaku berkendara masih desa. Konstruk budaya tradisional jauh lebih pekat daripada pola modern yang identik dengan tata krama serta kesantunan perilaku publik.

“Dari Bekasi Vega  Club Kepada pengendara kendaraan bermotor terutama roda dua, mari kita utamakan keselamatan pejalan kaki, apa yang kita lakukan selama ini salah mari kita ubah julukan untuk kita para pengendara sepeda motor bukan sebagai penjahat dijalan raya tapi jadikan nama pengendara sepeda motor menjadi baik kembali dimata masyarakat.”

3 Komentar

  1. Dear all.
    Head line news : info telah hilang jam 8 pagi pada tgl. 5 januari 2009. tiger revo biru
    DK6434DX milik member HOTG 063 bro ivanka. di jln. raya domba
    kali malang jakarta timur. Box dan Body motor banyak sticker clubnya

    mohon info ini di teruskan. agar segera dapat di temukan motor dari bor ivanka

  2. BVC INFO :
    Jambore nasional YAMAHA VEGA CLUB INDONESIA akan di selenggarakan di jogja
    pada tanggal 9-10 mei 2009 bertempat di ancol. ngluwar karangtalun. magelang. jawatimur.

    info dari ketua utama YAMAHA VEGA CLUB INDONESIA ( BORRAY )
    dan di teruskan oleh HUMAS 2 REGIONAL JAWA BARAT ( HENDRA )

  3. Saya atas nama Pribadi sekaligus Sekertaris II Bekasi Vega Club mau mengucapkan Kepada seluruh jajaran dan staff bekasi vega club, mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 3, smoga di tahun depan akan lebih kompak lg, kekeluargaan yang harmonis, berdedikasi yang baik, bertanggung jawab serta brotherhood. amien


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    Desember 2016
    M S S R K J S
    « Jun    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031